Met NATAL Semua.......

Glo....ooooo....ooooo....ooooo..ria. Muliakan Tuhan.
Glo....ooooo....ooooo....ooooo..ria. Muliakan Tuhan.

Penggalan lagu tadi selalu terdengar tiap tahun. juga saat posting ini saya tulis. Namanya juga Hari Natal, hari paling sukacita bagi umat nasrani seperti saya. Tiap-tiap Natal yang saya lalui selalu memiliki arti berbeda. Mulai dari sekedar merasa gembira yang tidak jelas, sampai pernah saya merasa tidak layak ikut merayakan Hari Lahir "Juru Selamat" saya ini. Namanya manusia, lebih banyak lupa daripada bersyukurnya. contohnya ya saya ini (kok malah curhat), begitu banyak anugerah yang sudah saya terima, tapi selalu saja merasa Tuhan kok nggak kasihan ama saya. Maklum aja saya bukan dari keluarga kaya(dilempar receh ama pembaca)(terusin deh,nantik kalo dah banyak tak buat nraktir mas Isal makan bakso. hehe..), jadi kalo liat orang-orang yang "buang-buang duit" saya sering jadi ngambek ama Tuhan Yesus. Selalu kepikiran kenapa mereka yang diberkati, sementara saya yang butuh banget kok gak ditetesi blas. Tapi puji Tuhan, tahun-tahun terakhir ini saya sudah mulai bisa sedikit demi sedikit mengerti arti berkat. juga sudah mulai belajar bersyukur atas apapun yang sudah Tuhan persiapkan buat saya. Nah sekarang saya mau berbagi sedikit berkat Tuhan buat pembaca semua. Temanya sih udah basi banget, tapi mudah-mudahan bisa menjadi berkat buat semua.
Banyak yang bersukacita dihari Natal ini. bahkan beberapa orang sampai jadi tradisi tiap Natal pake tuker-tukeran kado. yang ultah "Siapa" yang dapet kado siapa.bukan sirik lo ya(mentang-mentang tahun ini gak dapet kado ni...). Well, that's Ok kok. Gak mama mo cari kado paling mahal sekalipun, or mo beli pakaian baru sekarung. Tapi sebaiknya kita tau terlabih dahulu,"Apa yang sedang kita rayakan". Alkitab mencatat, orang-orang majus langsung mencari dimana Tuhan Yesus saat mereka mendapat pertanda akan kelahiranNya. itu merupakan contoh bagi kita. Mari kita cari Tuhan terlebih dahulu. banyak hal yang bisa kita lakukan. Mulai dari diri sendiri, introspeksi diri kita. Kesalahan-kesalahan yang sengaja ataupun yang tidak. Mulailah berhati-hati agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Juga kepekaan kita pada sesama. Tuhan Yesus bilang bahwa Dia hadir dalam diri sesama kita yang membutuhkan. Jadi saat kita memberi sedekah pada pengemis misalnya, sebenarnya saat itu kita hanya mengembalikan hak Tuhan. Jadi jangan pelit-pelit ya. apalagi sampai milih-milih, hanya mau membantu sesama orang kristen, wah...kebangetan itu namanya. Wong Tuhan Yesus aja bilange "sesamamu" kok. jadi bukan "sesamamu yang kristen". Selain 2 hal diatas yang paling penting adalah "sudahkah kita benar-benar PERCAYA pada Tuhan Yesus?"karena surga bukanlah tempatnya orang "beragama kristen". Melainkan anugerah bagi kita yang percaya kepadaNya. Tempat orang-orang yang berserah sepenuhnya pada Tuhan. Tempat orang-orang yang melakukan kehendak Bapa. Trus apa saja sih kehendak Bapa itu? wah... baca sendiri deh di Alkitab. Gak bakal muat kalo mo kita uraikan disini. makanya... kalo di gereja dengerin donk kalo Pendetanya khotbah. Jelek-jelek gitu(ampun pak pendeta, gak ding pendetanya cakep-cakep kok) mereka orang-orang pilihan Tuhan lo. Udah ya... pokoknya SELAMAT HARI NATAL deh buat semuanya. Semoga Natal tahun ini membawa berkat dan kelahiran kembali diri kita sebagai orang-orang percaya. Percaya deh, bersama Tuhan Yesus, it's never ending happiness. God Bless you all.......

Aku Bertanya Kepada Tuhan

* Taken from RumahRenungan.com

1 TESALONIKA 5:18 - "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."


Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak kaya...
Lalu Dia menunjukkan seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak memiliki siapapun untuk berbagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak cantik...
Lalu Dia menunjukkan seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter yang buruk.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua...
Lalu Dia menunjukkan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah besar...
Lalu Dia menunjukkan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja diusir dari rumah yang kecil sesak dan terpaksa tinggal dijalanan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja...
Lalu Dia menunjukkan seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun, karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi orang terkenal...
Lalu Dia menunjukkan seseorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar...
Lalu Dia menunjukkan seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku...
Dia lalu menunjukkan AlkitabNya. Dia menunjukkan AnakNya, yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.

Aku tahu sekarang betapa besar Ia mengasihiku... Dan itu cukup bagiku

Dalam Yesus, Hidupku Berharga

*Taken from GLMINISTRY.COM

Created : 8- 2004 - 04: 1

Saya adalah seorang narapidana, yang sejak tahun 1990 dihukum dalam penjara karena membunuh orang, dan masih menjalani hukuman pidana ini. Latar belakang agama saya dulunya adalah Budha, kemudian saya menjadi Muslim sebelum masuk penjara. Tetapi setelah menjadi narapidana saya menerima Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat hidupku. Saya mengalami banyak restorasi mental dan kebangunan iman lewat khotbah-khotbah dari bapak yang saya dengar lewat radio, khususnya dalam program “Hari ini harinya Tuhan”.

Saya bernama Ekawijaya, dari etnis Tiong Hoa. Saya adalah mantan pecandu narkotika, pernah terikat dengan okultisme, pernah mengalami gangguan mental, saya memiliki sifat yang sangat minder, pernah mengalami gangguan seksualitas yang menyimpang, dan masih banyak “kerusakan” jiwa yang saya alami, sehingga saya merasa hidup saya sungguh tidak berarti sama sekali, (itu dulu).

Tetapi Puji Tuhan saat ini Roh Kudus sedang memulihkan hidupku, dan salah satu caranya adalah lewat khotbah dari bapak Gilbert yang saya dengarkan. Melalui firman Tuhan yang bapak sampaikan itulah saya lebih banyak mengerti akan kasih Tuhan dalam hidup saya, dan saya tahu bahwa hidup saya sangat berharga bagi Tuhan. Saya mengalami banyak perubahan dan pembaharuan dalam hidup saya, dan saya tahu itu semua karena Tuhan.

Di dalam penjara saya banyak menciptakan lagu-lagu rohani, dan lagu-lagu tersebut adalah kesaksian hidupku, dari seorang yang sangat hancur kehidupannya dalam dosa, menjadi seorang yang diselamatkan dan dipulihkan oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Karena saya masih berstatus narapidana, maka lagu-lagu itu juga adalah pesan untuk seluruh “orang-orang buangan” yang hina dina, yakni para narapidana, eks narapidana, orang-orang yang putus asa dan depresi, yang merasa tersudut tanpa ada yang mengasihi dirinya, orang-orang frustasi akibat kekejaman hidup duniawi (yakni orang-orang yang tercatat dalam Matius 25:35-40).

Banyak sekali, karena seseorang merasa bahwa dirinya sudah tidak lagi bernilai atau berharga, sehingga dia nekad melakukan segala jenis kejahatan yang lebih besar lagi. Pada hal, menurut khotbah yang bapak sampaikan dalam kitab Hakim-hakim pasal 11, tentang kehidupan Yefta, semua orang yang latar belakang hidupnya seburuk apapun adalah berharga di mata Tuhan. Dan pada saat seseorang itu sadar bahwa dirinya bernilai dimata Tuhan, maka Roh Kudus menggali potensi dan talenta yang ada didalam diri orang itu, untuk disalurkan kearah yang positif dan memberkati banyak orang.

Seperti saya, setelah dilahirkan kembali “dalam air dan roh” barulah saya sadar bahwa sangat banyak potensi yang Tuhan tanam dalam diriku, yang selama sekian puluh tahun disembunyikan oleh iblis (seperti mencipta lagu, menulis buku, main musik dll). Tetapi, seperti banyaknya jenis tumbuhan yang tidak bisa bertumbuh dengan baik tanpa punya penopang, begitulah saya, saya juga membutuhkan dukungan orang lain.

Untuk siapapun yang membaca kesaksian saya ini, ingatlah bahwa hidup ini sangat berarti, jadi jangan sia-siakan dan jangan biarkan iblis menipu serta menawan hidupmu lebih lama lagi.

DARI: EKAWIJAYA - MEDAN

Doa Kereta Kuda

“Apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dimuliakan di dalam Anak” - Yohanes 14:13


Randy, limat tahun, menginginkan maninan kereta kuda sebagai hadiah Natal. Saat berbelanja dengan ibunya, ia melihat mainan kereta kuda yang ia inginkan. Mainan itu sekitar 15 cm panjangnya dan memiliki roda yang bagus serta ditarik kuda-kuda plastik berwaran coklat gelap.

“Bu, aku mau yang ini. Boleh, ya?”, ia memohon. Seperti layaknya anak kecil, dia memohon. Seperti layaknya anak kecil, ia merengek dan bersikeras memperoleh kereta kuda itu sebagai hadiah Natal. Sang ibu berkata, “Lihat saja nanti”, dan mengajak Randy pulang.

Randy yakin akan memperoleh apa yang dimintanya. Pagi Natal tiba, dia ia membuka kado dengan percaya diri. Benar saja, itu adalah kereta kuda yang telah dimintanya. Ia sangat senang. Namun kemudian kakaknya berkata, “Kamu bodoh sekali telah bersikeras mendapatkan kereta itu. Ibu sudah membelikan kamu kereta yang jauh lebih besar, tetapi saat kamu merengek meminta yang kecil itu, ia menukarkannya!” Tiba-tiba kereta kuda itu tak nampak menarik lagi.

Kadang kita pun bersikap seperti itu kepada Allah. Kita mendoakan kebutuhan tertentu dan mengatakan bagaimana dia harus menjawabnya. Kita memohon dan meminta, hingga Allah akhirnya memberi persis seperti yang kita minta. Padahal, sebenarnya Dia bermaksud memberi sesuatu yang lebih baik.

Phillips Brooks pernah berkata, “Penjatkan doa-doa terbesar. Jangan menganggap doa Anda terlalu besar bagi Allah, sehingga Anda berpikir pada saat Allah menjawabnya, Dia menginginkan Anda untuk meminta sesuatu yang lebih kecil”

BESAR MEMINTA, BESAR PULA MENERIMA